Nissan NP300 Navara, Tangguh Jinakkan Bencana - Review - Mobil123.com

Nissan NP300 Navara, Tangguh Jinakkan Bencana - Review - Mobil123.com - Allow, selamat siang ketemu kembali bersama situs seputar review mobil terlengkap sesi kali ini kami akan membawa pembahasan hal tentang Review Mobil Terbaik penjualan mazda 2017 simak selengkapnya Nissan NP300 Navara, Tangguh Jinakkan Bencana - Review - Mobil123.com Supaya memperoleh berita berita lain nya yang tentu menarik, mari mampir blog

Nissan NP300 Navara, Tangguh Jinakkan Bencana - Review - Mobil123.com - Allow, selamat siang ketemu kembali bersama situs info review mobil terlengkap dikesempatan ini kami akan membawa pembahasan hal tentang review mobil terbaik Supaya memperoleh informasi informasi lain nya yang tentu terbaik, mari mampir blog reviewmobil7

 

 

BANDA ACEH – Sebutan (alat) angkutan pekerja bangkar rasanya terlalu mengecilkan kapabilitas Nissan NP300 Navara. Pasalnya dia lebih layak buat disebut sebagai penawan bencana.

Hal ini telah abdi buktikan kala melakukan test drive Nissan NP300 Navara di kawasan Sabang, Bireun, Takengon, Meulaboh-Banda Aceh.

Lantas, bagaimanakah ketangguhan mobil ini? Berikut ulasannya.

Desain

Kokoh. Satu bicara tersebut dapat mewakili penampilan Nissan NP300 Navara. Navara memang telah didesain oleh Nissan biar sanggup menuntut (ganti rugi) segala medan, yang paling ekstrim sekalipun, dengan hal standar.

Nissan melengkapinya dengan ban berukuran 18 inch alloy wheel buat tipe VL dengan 16 inchi buat tipe SL. Kedua ukuran tersebut diyakini mampu memenuhi kebutuhan getah perca pelanggan Nissan yang pastinya lebih banyak di luar kota dibanding dengan kota besar.

Interior

Truk kamar ganda tentu lebih banyak berjumpa hal ekstrim. Hal ini disadari oleh Nissan dengan memberikan warna hitam sebagai dominasi warna interor kendaraan. Warna hitam diyakini dapat menebeng limbah yang sangat mudah masuk ke dalam kabin.

Namun buat tipe VL, Nissan membuat kamar kurang lebih bergaya dibanding dengan SL. Pasalnya Nissan memberikan pelapis jok kulit ala tipe ini dengan ditambah dengan perangkat audio yang lebih ahli jika dibandingkan SL.

“Tipe VL memang buat mereka yang camar berpetualang tetapi juga menghajatkan (alat) angkutan buat sehari-hari,” ungkap Budi Nur Mukmin, General Manager Marketing Strategy and Communication Division PT Nissan Motor Indonesia (NMI).

Mesin

Nissan NP300 Navara dilengkapi dengan alat 2.5L turbodiesel intercooler yang mampu menghempaskan energi 160hp dengan torsi sebesar 403 Nm. Angka ini memadai buat berjumpa semua provokasi yang mungkin ditemui dijalan.

Perfoma

Seperti yang abdi beri diatas, bahwa status ‘Mobil Pekerja Keras’ terlalu mengecilkan kapabilitas dari Nissan NP300 Navara ini. Pasalnya dalam pengujian, abdi berjumpa anca yang menantang.

Pada hari pertama pengujian, abdi melalui Sabang, masih dalam jalan normal. Di sini hal jalan tergolong berliku tetapi dalam hal baik. Perjalanan ditempuh dengan memadai lancar tanpa siap anca berarti.

Demikian pula di hari kedua, di mana ekspedisi memadai lancar. Namun tidak dapat dipungkiri kala ekspedisi malam hari, jalan yang abdi tempuh memadai sulit. Meski hal jalan rata-rata tergolong mulus, tetapi siap kaum titik gugur di jalan yang abdi lalui. Selain itu, tidak adanya lampu penerangan ditambah dengan tidak adanya rambu lalu lin juga membuat ekspedisi semakin sulit. Beruntung, lampu yang disematkan oleh Nissan memadai menerangi ekspedisi malam tersebut.

Hari ketiga merupakan ekspedisi tergolong memadai sulit. Perjalanan yang seharusnya hanya dilalui dalam 4 jam, terpaksa abdi lalui selama lebih dari 16 jam, akibat adanya kesalahan dari GPS yang abdi gunakan. Perjalanan tersebut adalah perjanalan jalan Takengon menuju Meulaboh.

Di jalan ini, kapabilitas Nissan NP300 Navara diuji tanpa henti. Pagi hingga siang ekspedisi disuguhi dengan lansekap indah, antara jurang, tebing, dengan hijaunya alas Aceh. Pemandangan tersebut hanya kurang rusak kala abdi memperoleh kaum titik gugur di tengah jalan.

Kami baru mengetahui bahwa abdi alpa jalan saat siang hari. Ketika itu seharusnya abdi telah tiba di Meulaboh. Namun abdi bahkan baru tiba di Kampung Batu Kapur, Gayo Lues. Daerah ini seharusnya tidak abdi lalui. Di sana, rombongan disarankan buat lagi alias menuntut (ganti rugi) jalan melintas dengan jalan yang disebut ‘ngeri-ngeri sedap’ oleh penduduk setempat. Kami memutuskan buat menuntut (ganti rugi) jalan jalan pintas.

Awalnya, ekspedisi berlangsung dengan normal hingga sore hari. Namun ternyata siap ‘tanjakan cinta’ dengan sudut kemiringan 45 gradasi menghadang. Tim dari Nissan Mobil Indonesia yang membarengi abdi harus merelakan mobil X-Trail yang digunakan buat lagi ke jalan siang karena mobil tersebut tidak bangkit menanjak.

Beruntung, Nissan Navara memiliki kapabilitas mumpuni. Meski siap dalam hal standard, (alat) angkutan ini dilengkapi dengan sifat buat mengubah penggerak roda dari 2WD, 4H alias 4L.

Kami pun memindahkan penggerak 4H menjadi 4L. Mobil berbengang kencang dengan dari jalan merayap. Nissan NP300 Navara berbuah lolos dengan gemilang. Sayang, ternyata hambatan tidak berhenti di sana.

Perjalanan berlanjut dengan lintasan lebih menantang. Jalan hanya memadai 1 mobil dengan jurang di bagian kiri, tebing di kanan, semak belukar di depan, matahari dari condong ke barat dengan cuaca dari hujan angin rintik-tintik.

Semakin lama, hujan angin semakin deras. Namun tiba-tiba siap penghuni dengan menggunakan sepeda roda-dua yang menyalip rombongan. Cukup terkejut memang, melihat siap (alat) angkutan roda-dua yang sanggup menuntut (ganti rugi) medan setimbang itu. Namun guncangan tidak selesai disana. Beberapa kilometer kemudian, abdi menemukan gugur yang menutupi jalan.

Longsor tersebut aktual sudah kurang dibersihkan oleh penghuni seputar dengan bisa dilalui buat 1 mobil. Namun, tanjakannya tergolong curam, butala berderai dengan jurang di sisi kanan kendaraan. Sekali lagi, Nissan NP300 Navara diuntungkan dengan adanya sifat yang lengkap. Adanya Hill Start Assist berbuah mendukung mobil ini menanjak. Dan kala menurun, Hill Descent Control berbuah menjaga kecekatan mobil biar tidak ‘bablas’.

Setelah semua mobil melalui longsoran, seketika abdi mengira hambatan telah selesai. Sayangnya, Tuhan berkata lain. Ada sebuah pokok kayu tumbang yang melintang menutupi jalan. Beruntung, penghuni pemakai sepeda aktivis yang melintasi abdi masih di sana. Pria yang akrab disapa dengan panggilan pak Sabar ini menawarkan bantuan buat mencari orang yang memiliki gergaji alat di tengah hutan.

Sekali lagi abdi beruntung. Tidak rentang waktu kemudian dia datang bersama 2 orang yang mau mendukung abdi kami menyingkirkan pokok kayu tersebut. Baru setelah itu abdi bangun bahwa pengambil gergaji alat itu adalah pembalak liar.

Perjalanan abdi lanjutkan kembali. Kondisi jalan kurang sehat karena jalan dari lebar tetapi masih berbatu dengan menanjak. Saat menuju satu tanjakan, tiba-tiba terdengar pekikan dari HT yang siap di mobil “CRASH! CRASH! CRASH!” seketika itu pula, seluruh rombongan berusaha mendukung mobil yang ambles memadai dalam di parit.

Sekali lagi, keberuntungan masih siap di pihak kami. Meski tidak memiliki tali, tetapi sebagaimana mobil 4WD, mobil tersebut berbuah recovery kembali. Hebatnya, mobil hanya penyok ala belahan depan, tetapi sisi-sisi (alat) angkutan bahkan tidak lecet.

Perjalanan lagi dilanjutkan dengan ternyata abdi berada di Taman Nasional Gunung Leuser. Di mana siap sebuah pengumuman bahwa pembalakan anggara adalah bawah tangan dengan alam dapat membalasnya dengan banjir dengan butala longsor. Ironisnya, ekspedisi ke dada tergeletak banyak kayu miring jadi sisa-pembalakan liar.

Setelah bertemu dengan aspal, rombongan pun langsung menjajal mobil dengan kecekatan penuh. Tidak hanya bertenaga di jalan rusak, mobil ini masih dapat diandalkan buat ngebut-ngebutan. Tercatat, kecekatan berbuah mencapai 180 km/jam.

Kesimpulan

Mobil yang lebih layak mendapat label ‘Mobil Penakluk Bencana’ daripada ‘Mobil Pekerja Keras’ ini tentu pantas buat mereka yang butuh (alat) angkutan tangguh. Tak hanya tangguh di medan berat, tetapi medan alas dengan bahala pun telah diarungi. Tidak hanya varian tinggi, tetapi varian terendahnya pun menunjukkan kemampuannya tidak dapat dipandang bagian mata.

Untuk mendapatkannya, Nissan NP300 Navara dibanderol dengan harga Rp 415 juta buat tipe VL M/T dengan Rp 430 juta buat VL A/T. sementara buat tipe SL, mobil ini dibanderol dengan harga Rp 380 juta. [Adi/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123

Mari bergabung bersama abdi di Facebook dan Twitter

 

Demikianlah ulasan tentang Nissan NP300 Navara, Tangguh Jinakkan Bencana - Review - Mobil123.com, semoga tulisan ini dapat berguna pembaca terima kasih

 

 

tulisan ini diposting pada label , tanggal 10-09-2019

|https://reviewmobil7.blogspot.com|reviewmobil7}

 

 

BANDA ACEH – Sebutan (alat) angkutan pekerja bangkar rasanya terlalu mengecilkan kapabilitas Nissan NP300 Navara. Pasalnya dia lebih layak buat disebut sebagai penawan bencana.

Hal ini telah abdi buktikan kala melakukan test drive Nissan NP300 Navara di kawasan Sabang, Bireun, Takengon, Meulaboh-Banda Aceh.

Lantas, bagaimanakah ketangguhan mobil ini? Berikut ulasannya.

Desain

Kokoh. Satu bicara tersebut dapat mewakili penampilan Nissan NP300 Navara. Navara memang telah didesain oleh Nissan biar sanggup menuntut (ganti rugi) segala medan, yang paling ekstrim sekalipun, dengan hal standar.

Nissan melengkapinya dengan ban berukuran 18 inch alloy wheel buat tipe VL dengan 16 inchi buat tipe SL. Kedua ukuran tersebut diyakini mampu memenuhi kebutuhan getah perca pelanggan Nissan yang pastinya lebih banyak di luar kota dibanding dengan kota besar.

Interior

Truk kamar ganda tentu lebih banyak berjumpa hal ekstrim. Hal ini disadari oleh Nissan dengan memberikan warna hitam sebagai dominasi warna interor kendaraan. Warna hitam diyakini dapat menebeng limbah yang sangat mudah masuk ke dalam kabin.

Namun buat tipe VL, Nissan membuat kamar kurang lebih bergaya dibanding dengan SL. Pasalnya Nissan memberikan pelapis jok kulit ala tipe ini dengan ditambah dengan perangkat audio yang lebih ahli jika dibandingkan SL.

“Tipe VL memang buat mereka yang camar berpetualang tetapi juga menghajatkan (alat) angkutan buat sehari-hari,” ungkap Budi Nur Mukmin, General Manager Marketing Strategy and Communication Division PT Nissan Motor Indonesia (NMI).

Mesin

Nissan NP300 Navara dilengkapi dengan alat 2.5L turbodiesel intercooler yang mampu menghempaskan energi 160hp dengan torsi sebesar 403 Nm. Angka ini memadai buat berjumpa semua provokasi yang mungkin ditemui dijalan.

Perfoma

Seperti yang abdi beri diatas, bahwa status ‘Mobil Pekerja Keras’ terlalu mengecilkan kapabilitas dari Nissan NP300 Navara ini. Pasalnya dalam pengujian, abdi berjumpa anca yang menantang.

Pada hari pertama pengujian, abdi melalui Sabang, masih dalam jalan normal. Di sini hal jalan tergolong berliku tetapi dalam hal baik. Perjalanan ditempuh dengan memadai lancar tanpa siap anca berarti.

Demikian pula di hari kedua, di mana ekspedisi memadai lancar. Namun tidak dapat dipungkiri kala ekspedisi malam hari, jalan yang abdi tempuh memadai sulit. Meski hal jalan rata-rata tergolong mulus, tetapi siap kaum titik gugur di jalan yang abdi lalui. Selain itu, tidak adanya lampu penerangan ditambah dengan tidak adanya rambu lalu lin juga membuat ekspedisi semakin sulit. Beruntung, lampu yang disematkan oleh Nissan memadai menerangi ekspedisi malam tersebut.

Hari ketiga merupakan ekspedisi tergolong memadai sulit. Perjalanan yang seharusnya hanya dilalui dalam 4 jam, terpaksa abdi lalui selama lebih dari 16 jam, akibat adanya kesalahan dari GPS yang abdi gunakan. Perjalanan tersebut adalah perjanalan jalan Takengon menuju Meulaboh.

Di jalan ini, kapabilitas Nissan NP300 Navara diuji tanpa henti. Pagi hingga siang ekspedisi disuguhi dengan lansekap indah, antara jurang, tebing, dengan hijaunya alas Aceh. Pemandangan tersebut hanya kurang rusak kala abdi memperoleh kaum titik gugur di tengah jalan.

Kami baru mengetahui bahwa abdi alpa jalan saat siang hari. Ketika itu seharusnya abdi telah tiba di Meulaboh. Namun abdi bahkan baru tiba di Kampung Batu Kapur, Gayo Lues. Daerah ini seharusnya tidak abdi lalui. Di sana, rombongan disarankan buat lagi alias menuntut (ganti rugi) jalan melintas dengan jalan yang disebut ‘ngeri-ngeri sedap’ oleh penduduk setempat. Kami memutuskan buat menuntut (ganti rugi) jalan jalan pintas.

Awalnya, ekspedisi berlangsung dengan normal hingga sore hari. Namun ternyata siap ‘tanjakan cinta’ dengan sudut kemiringan 45 gradasi menghadang. Tim dari Nissan Mobil Indonesia yang membarengi abdi harus merelakan mobil X-Trail yang digunakan buat lagi ke jalan siang karena mobil tersebut tidak bangkit menanjak.

Beruntung, Nissan Navara memiliki kapabilitas mumpuni. Meski siap dalam hal standard, (alat) angkutan ini dilengkapi dengan sifat buat mengubah penggerak roda dari 2WD, 4H alias 4L.

Kami pun memindahkan penggerak 4H menjadi 4L. Mobil berbengang kencang dengan dari jalan merayap. Nissan NP300 Navara berbuah lolos dengan gemilang. Sayang, ternyata hambatan tidak berhenti di sana.

Perjalanan berlanjut dengan lintasan lebih menantang. Jalan hanya memadai 1 mobil dengan jurang di bagian kiri, tebing di kanan, semak belukar di depan, matahari dari condong ke barat dengan cuaca dari hujan angin rintik-tintik.

Semakin lama, hujan angin semakin deras. Namun tiba-tiba siap penghuni dengan menggunakan sepeda roda-dua yang menyalip rombongan. Cukup terkejut memang, melihat siap (alat) angkutan roda-dua yang sanggup menuntut (ganti rugi) medan setimbang itu. Namun guncangan tidak selesai disana. Beberapa kilometer kemudian, abdi menemukan gugur yang menutupi jalan.

Longsor tersebut aktual sudah kurang dibersihkan oleh penghuni seputar dengan bisa dilalui buat 1 mobil. Namun, tanjakannya tergolong curam, butala berderai dengan jurang di sisi kanan kendaraan. Sekali lagi, Nissan NP300 Navara diuntungkan dengan adanya sifat yang lengkap. Adanya Hill Start Assist berbuah mendukung mobil ini menanjak. Dan kala menurun, Hill Descent Control berbuah menjaga kecekatan mobil biar tidak ‘bablas’.

Setelah semua mobil melalui longsoran, seketika abdi mengira hambatan telah selesai. Sayangnya, Tuhan berkata lain. Ada sebuah pokok kayu tumbang yang melintang menutupi jalan. Beruntung, penghuni pemakai sepeda aktivis yang melintasi abdi masih di sana. Pria yang akrab disapa dengan panggilan pak Sabar ini menawarkan bantuan buat mencari orang yang memiliki gergaji alat di tengah hutan.

Sekali lagi abdi beruntung. Tidak rentang waktu kemudian dia datang bersama 2 orang yang mau mendukung abdi kami menyingkirkan pokok kayu tersebut. Baru setelah itu abdi bangun bahwa pengambil gergaji alat itu adalah pembalak liar.

Perjalanan abdi lanjutkan kembali. Kondisi jalan kurang sehat karena jalan dari lebar tetapi masih berbatu dengan menanjak. Saat menuju satu tanjakan, tiba-tiba terdengar pekikan dari HT yang siap di mobil “CRASH! CRASH! CRASH!” seketika itu pula, seluruh rombongan berusaha mendukung mobil yang ambles memadai dalam di parit.

Sekali lagi, keberuntungan masih siap di pihak kami. Meski tidak memiliki tali, tetapi sebagaimana mobil 4WD, mobil tersebut berbuah recovery kembali. Hebatnya, mobil hanya penyok ala belahan depan, tetapi sisi-sisi (alat) angkutan bahkan tidak lecet.

Perjalanan lagi dilanjutkan dengan ternyata abdi berada di Taman Nasional Gunung Leuser. Di mana siap sebuah pengumuman bahwa pembalakan anggara adalah bawah tangan dengan alam dapat membalasnya dengan banjir dengan butala longsor. Ironisnya, ekspedisi ke dada tergeletak banyak kayu miring jadi sisa-pembalakan liar.

Setelah bertemu dengan aspal, rombongan pun langsung menjajal mobil dengan kecekatan penuh. Tidak hanya bertenaga di jalan rusak, mobil ini masih dapat diandalkan buat ngebut-ngebutan. Tercatat, kecekatan berbuah mencapai 180 km/jam.

Kesimpulan

Mobil yang lebih layak mendapat label ‘Mobil Penakluk Bencana’ daripada ‘Mobil Pekerja Keras’ ini tentu pantas buat mereka yang butuh (alat) angkutan tangguh. Tak hanya tangguh di medan berat, tetapi medan alas dengan bahala pun telah diarungi. Tidak hanya varian tinggi, tetapi varian terendahnya pun menunjukkan kemampuannya tidak dapat dipandang bagian mata.

Untuk mendapatkannya, Nissan NP300 Navara dibanderol dengan harga Rp 415 juta buat tipe VL M/T dengan Rp 430 juta buat VL A/T. sementara buat tipe SL, mobil ini dibanderol dengan harga Rp 380 juta. [Adi/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123

Mari bergabung bersama abdi di Facebook dan Twitter

 

Demikianlah ulasan tentang Nissan NP300 Navara, Tangguh Jinakkan Bencana - Review - Mobil123.com, semoga tulisan ini dapat berguna pembaca terima kasih

 

 

tulisan ini diposting pada label , tanggal 10-09-2019

Komentar